“Job Fair Minahasa, Mekanisme Intermediasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif”

InterMitraNews.com

MINAHASA — Dalam arsitektur kebijakan publik yang berorientasi pada penguatan daya saing sumber daya manusia, Pemerintah Kabupaten Minahasa mengonsolidasikan instrumen strategis melalui Pameran Kesempatan Kerja (Job Fair) 2025.

Agenda monumental ini diproyeksikan sebagai bridging mechanism antara simpul dunia usaha dan tenaga kerja lokal untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi berbasis inklusi ketenagakerjaan.

Event yang berlangsung di Gedung Serbaguna Wale Imanuel Koya, Tondano, pada 14–15 Agustus 2025, diresmikan oleh Sekretaris Daerah Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si dan dihadiri oleh entitas teknokrasi pemerintahan, sektor industri, serta ratusan pencari kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Minahasa, Drs. Joris Tumilantouw, menegaskan bahwa Job Fair bukan sekadar seremoni, melainkan mekanisme intermediasi supply-demand tenaga kerja untuk menghadirkan akses kerja nyata sekaligus memastikan ketersediaan SDM yang resilien dan kompatibel terhadap disrupsi global.

Agenda ini menghadirkan lebih dari 15 korporasi lintas sektor—dari manufaktur, jasa keuangan, pariwisata, hingga teknologi—dengan ratusan lowongan yang dikurasi untuk berbagai jenjang pendidikan.

Selain job matching, tersedia layanan AK-1 gratis, konsultasi ketenagakerjaan, dan bursa pelatihan upskilling-reskilling untuk penguatan kompetensi adaptif.

Dalam orasi strategisnya, Sekda Lynda Watania memformulasikan komitmen pemerintah untuk membangun employment linkage sebagai katalisator sinergi dunia usaha dan tenaga kerja lokal, demi mematri optimisme sosial-ekonomi Minahasa.

☆J.L 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *