Apel Bela Negara Jadi Manifesto Kepemimpinan, Minahasa Tancapkan Garda Ideologis Bangsa

InterMitraNews.com

MINAHASA — Pemerintah Kabupaten Minahasa menggelar Apel dan Kirab Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Bela Negara, Senin (15/12/2025).

Kegiatan ini menjadi simbol penguatan komitmen kebangsaan serta konsolidasi nilai-nilai patriotisme di tengah masyarakat Minahasa.

Apel dipimpin oleh Direktur Sumber Daya Manusia Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen TNI Budi Haryono, dan diikuti sekitar 800 peserta yang terdiri dari unsur ASN, TNI/Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan dipusatkan di Lapangan Sam Ratulangi Tondano, Kelurahan Tounkuramber, Kecamatan Tondano Barat, dan dimulai sekitar pukul 08.10 Wita.

Bupati Minahasa Robby Dondokambey bersama Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang dan Brigjen TNI Budi Haryono secara bergantian melepas peserta Kirab Kebangsaan.

Pelepasan tersebut menandai dimulainya kirab dengan rute dari Lapangan Sam Ratulangi menuju Gedung Wale Ne Tou Minahasa.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Drs. Robby Longkutoy, MM, Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng Fajar Santoso, Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar, SIK, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Minahasa lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa peringatan Hari Bela Negara memiliki makna strategis bagi keberlangsungan bangsa dan negara.

“Peringatan ini bukan hanya seremonial, tetapi momen refleksi untuk menguatkan komitmen kita dalam menjaga keutuhan bangsa. Bela negara adalah tugas setiap warga negara, dimulai dari lingkungan terdekat,” ujar Bupati Robby.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, khususnya kepada Kementerian Pertahanan yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Apel dan Kirab Kebangsaan di Minahasa.

Sementara itu, Brigjen TNI Budi Haryono selaku Pembina Apel dalam amanatnya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan masyarakat Minahasa atas partisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

“Pelaksanaan apel dan kirab ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI/Polri, dan masyarakat dalam mengimplementasikan nilai-nilai Bela Negara. Ini merupakan modal penting dalam memperkuat ketahanan nasional,” tegas Brigjen Budi.

Apel berakhir sekitar pukul 08.25 Wita, dilanjutkan dengan pelepasan Kirab Kebangsaan. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Workshop Bela Negara yang dilaksanakan di Gedung Wale Ne Tou Minahasa, sebagai upaya penguatan pemahaman dan implementasi nilai-nilai Bela Negara di kalangan peserta.

☆J.L 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *