
MINAHASA — Nuansa syukur, kehangatan, dan kekeluargaan mewarnai peringatan hari ulang tahun ke-52 Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, S.S., yang digelar melalui ibadah syukur di Rumah Dinas Wakil Bupati Minahasa, Tondano, Selasa (11/8/2026).
Momentum pertambahan usia tersebut tidak sekadar menjadi perayaan pribadi, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan pengabdian sekaligus peneguhan komitmen untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan kemajuan Kabupaten Minahasa.

Ibadah syukur berlangsung khidmat dan penuh sukacita, dihadiri Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Pnt. Ny. Martina Dondokambey-Lengkong, SE., jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Sarundajang.
Kehadiran keluarga memberikan warna tersendiri dalam perayaan tersebut. Tampak hadir mantan Wakil Bupati Minahasa periode 2013–2018, Ivan Sarundajang, serta Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara periode 2005–2015, Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun. Kehadiran keluarga besar ini menjadi simbol dukungan, doa, dan ikatan kekeluargaan yang senantiasa mengiringi perjalanan pengabdian Vanda Sarundajang.

Di tengah suasana penuh syukur tersebut, Bupati Robby Dondokambey menyampaikan ucapan selamat ulang tahun sekaligus doa bagi Wakil Bupati Minahasa agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, hikmat, dan penyertaan Tuhan dalam menjalankan amanah pemerintahan.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-52 kepada Ibu Wakil Bupati Vanda Sarundajang. Doa kami senantiasa menyertai agar Ibu selalu dikaruniai kesehatan, kekuatan, hikmat dari Tuhan, serta kebahagiaan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat Minahasa,” tutur Bupati Robby.

Ucapan tersebut menjadi bagian dari pesan kebersamaan sekaligus penguatan terhadap sinergi kepemimpinan daerah yang terus dibangun antara Bupati dan Wakil Bupati dalam mengawal agenda pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Minahasa.
Bagi Vanda Sarundajang, usia ke-52 menjadi momentum untuk kembali mensyukuri perjalanan kehidupan sekaligus mengevaluasi dan memperkuat tekad pengabdian. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas doa serta perhatian yang diberikan oleh Bupati, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, masyarakat, dan keluarga.
“Puji Tuhan atas penyertaan dan kemurahan-Nya hingga saya boleh memasuki usia 52 tahun hari ini. Terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Bupati bersama keluarga, jajaran Pemkab Minahasa, para tokoh agama, serta seluruh keluarga tercinta atas doa dan dukungannya,” ungkap Vanda.
Menurutnya, momentum ulang tahun bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus memperbarui semangat pelayanan dan memperkuat komitmen dalam menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari pemerintahan daerah.

“Ulang tahun ini menjadi momentum pengingat bagi saya untuk terus melayani dengan tulus, memperkuat sinergi, dan memberikan yang terbaik bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Minahasa,” lanjutnya.
Pesan tersebut mempertegas orientasi pengabdian Vanda Sarundajang yang menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian utama dari amanah pemerintahan. Di tengah dinamika penyelenggaraan pemerintahan daerah, sinergi, kolaborasi, dan ketulusan dalam melayani menjadi fondasi penting untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan bermuara pada kepentingan masyarakat.
Rangkaian ibadah syukur kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan kue ulang tahun dan foto bersama. Suasana penuh keakraban tersebut sekaligus memperlihatkan soliditas dan kohesi kekeluargaan yang terbangun di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Pnt. Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si., bersama jajaran Pemkab Minahasa, para camat se-Kabupaten Minahasa, pimpinan instansi vertikal, pimpinan BUMN/BUMD, serta jajaran anggota FKUB dan BKSAUA Kabupaten Minahasa.

Perayaan sederhana namun sarat makna itu pada akhirnya menjadi refleksi bahwa perjalanan kepemimpinan bukan semata tentang usia dan jabatan, melainkan tentang seberapa jauh amanah diterjemahkan menjadi pelayanan, kebersamaan, dan kerja nyata bagi masyarakat.
Di usia ke-52, Vanda Sarundajang meneguhkan kembali langkah pengabdiannya—dengan syukur sebagai landasan, sinergi sebagai kekuatan, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai arah perjuangan.
☆J.L
