598 Tahun Minahasa: Robby Dondokambey–Franky Wolayan Satukan Poros Eksekutif-Legislatif, Perkuat Arsitektur Pembangunan Daerah

MINAHASA — Peringatan Hari Jadi ke-598 Kabupaten Minahasa menjadi momentum konsolidasi sejarah, evaluasi pembangunan, sekaligus penguatan arah kebijakan daerah menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.

Semangat tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Minahasa yang digelar di Gedung Wale Ne Tou, Tondano, Kamis (5/11/2026). Sidang istimewa ini tidak sekadar menjadi seremoni peringatan hari jadi daerah, tetapi juga panggung refleksi atas capaian pembangunan serta penguatan komitmen kolektif dalam mengakselerasi kemajuan Minahasa.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Minahasa Franky Wolayan dan dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Viktor Mailangkay, S.H., M.H., Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P., Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., Sekretaris Daerah Dr. Lynda D. Watania, M.M., M.Si., serta Ketua TP-PKK Martina W. Dondokambey-Lengkong, S.E.

Turut hadir jajaran Forkopimda Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Minahasa, pejabat pemerintah daerah, kepala instansi, camat se-Kabupaten Minahasa, tokoh masyarakat, serta ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN). Dari 35 anggota DPRD Minahasa, sebanyak 33 anggota tercatat hadir.

Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey memaparkan sejumlah indikator makroekonomi dan capaian pembangunan yang mencerminkan perkembangan Kabupaten Minahasa.

Pertumbuhan ekonomi daerah hingga akhir 2025 tercatat mencapai 5,58 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 5,88 persen, berada di bawah rata-rata nasional.

Di sektor fiskal, kinerja penerimaan retribusi perdagangan hingga Oktober 2026 bahkan melampaui target dengan realisasi 118,7 persen atau mencapai Rp1.302.261.000.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penguatan kapasitas ekonomi daerah sekaligus menunjukkan pentingnya optimalisasi potensi pendapatan dalam menopang keberlanjutan pembangunan.

“Memasuki usia ke-598 tahun, kita patut bersyukur karena berbagai upaya pembangunan yang telah dilaksanakan bersama mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan semangat pantang menyerah dari para leluhur harus terus kita rawat,” ujar Dondokambey.

Bupati menegaskan, perjalanan panjang Minahasa harus menjadi landasan untuk memperkuat orientasi pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan manfaat pembangunan dirasakan masyarakat secara luas.

Pada sektor pelayanan dasar dan perlindungan sosial, Pemerintah Kabupaten Minahasa memperkuat jaring pengaman masyarakat melalui penyaluran bantuan beras gratis di 25 kecamatan. Pemerintah daerah juga meningkatkan kuota penerima bantuan pangan hingga 34.544 penerima.

Langkah tersebut mencerminkan keberpihakan kebijakan pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam menjaga ketahanan pangan dan memperkuat perlindungan sosial.

Di bidang pemerintahan desa, Minahasa berhasil melaksanakan pemilihan hukum tua serentak di 129 desa. Selain itu, indeks desa juga menunjukkan peningkatan yang melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Sementara sektor olahraga menghadirkan prestasi membanggakan. Kontingen Minahasa berhasil menempati posisi Juara Umum Kedua atau runner-up pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara 2025, meningkat signifikan dari peringkat kelima pada penyelenggaraan sebelumnya.

Prestasi tersebut menjadi cerminan penguatan pembinaan olahraga sekaligus potensi sumber daya manusia Minahasa yang terus berkembang.

Mengusung tema “Pariwisata Maju, Ekonomi Tumbuh, Masyarakat Sejahtera”, peringatan HUT ke-598 Minahasa juga menegaskan pentingnya inovasi daerah yang berpijak pada nilai budaya dan semangat gotong royong atau mapalus.

Filosofi mapalus dipandang sebagai kekuatan sosial yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam satu gerak pembangunan. Nilai kebersamaan, solidaritas, dan tanggung jawab kolektif tersebut menjadi modal sosial untuk memperkuat kolaborasi pemerintah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat.

Nuansa kearifan lokal mewarnai jalannya rapat paripurna. Acara diawali pekik penghormatan khas Minahasa, “I Yayat U Santi”, kemudian dilanjutkan dengan pementasan seni tradisional, antara lain Tari Kure, Tari Maengket, dan Tari Kabasaran.

Salah satu prosesi utama adalah penyelenggaraan Majelis Adat yang melibatkan sembilan tonaas sebagai representasi sembilan etnis suku di wilayah Minahasa.

Dalam prosesi tersebut, dilaksanakan penganugerahan gelar dan jabatan adat Tonaas Um Banua kepada Bupati Minahasa Tenggara Ronald Kandoli dan Bupati Minahasa Selatan Frangky Wongkar.

Prosesi adat ini menjadi simbol penghormatan terhadap akar budaya sekaligus penguatan identitas Minahasa sebagai daerah yang memiliki kekayaan tradisi dan warisan leluhur.

Sementara itu, Ketua DPRD Minahasa Franky Wolayan menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengingat kembali tanggung jawab sejarah dalam membangun Minahasa sebagai daerah pariwisata yang mandiri dan sejahtera.

Menurutnya, tema peringatan HUT ke-598 harus diterjemahkan menjadi komitmen nyata seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat daya saing daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tema perayaan tahun ini adalah komitmen bersama. Kita ingin membangun Minahasa yang tidak hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga produktif untuk dikembangkan, menarik untuk investasi, dan sejahtera untuk ditinggali,” kata Wolayan.

Penegasan tersebut memperlihatkan pentingnya sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam mengawal kesinambungan pembangunan, memperkuat kebijakan strategis, serta memastikan setiap program pemerintah memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Rangkaian peringatan HUT ke-598 Kabupaten Minahasa juga diisi berbagai kegiatan pendukung, di antaranya ziarah ke makam mantan bupati dan wakil bupati, bakti sosial, karnaval budaya, hingga Grand Final Pemilihan Waraney dan Wulan Minahasa 2026.

Melalui momentum bersejarah ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa bersama DPRD dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus memperkuat kolaborasi pembangunan dengan menjadikan pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi, inovasi sebagai instrumen kemajuan, serta mapalus sebagai fondasi persatuan.

598 tahun perjalanan Minahasa bukan sekadar hitungan usia, melainkan warisan sejarah, identitas budaya, dan tanggung jawab kolektif untuk memastikan daerah ini terus bergerak menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

☆J.L 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *