Gerak Cepat Wabup Minahasa: GPM 2026 Jadi Tameng Inflasi Pangan

InterMitraNews.com

JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Minahasa terus mempertegas komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Jakarta, Selasa (13/1/2026), guna mengajukan proposal bantuan pelaksanaan Program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk Tahun Anggaran 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati didampingi Kepala Dinas Pangan Kabupaten Minahasa, Agustivo Tumundo, SE, M.Si, yang memaparkan secara teknis rencana implementasi GPM di Minahasa, mencakup sasaran wilayah, mekanisme distribusi, serta kelompok masyarakat penerima manfaat.

Rombongan Pemerintah Kabupaten Minahasa diterima langsung oleh Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan, Dr. Rachmi Widiriani, SP, M.Si, bersama Direktur Ketersediaan Pangan, Indra Wijayanto, ST, M.SE.

Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh semangat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Vanda Sarundajang memaparkan kondisi terkini ketahanan pangan di Kabupaten Minahasa serta menegaskan urgensi dukungan pemerintah pusat dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan di daerah.

Menurut Wabup, Program Gerakan Pangan Murah menjadi instrumen strategis pemerintah daerah dalam merespons dinamika dan fluktuasi harga pangan yang kerap berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

“Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap dapat menekan laju inflasi pangan sekaligus membantu masyarakat, terutama kelompok rentan, agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan pokok secara layak dan terjangkau,” tegas Wabup Vanda Sarundajang.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan, Dr. Rachmi Widiriani, menyambut baik inisiatif dan langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Ia menyampaikan bahwa proposal yang diajukan akan dipelajari dan diproses sesuai dengan mekanisme serta ketentuan yang berlaku di Badan Pangan Nasional.

Senada dengan itu, Direktur Ketersediaan Pangan, Indra Wijayanto, menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Kunjungan kerja ini menjadi wujud nyata kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Minahasa yang responsif, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi daerah dalam agenda strategis pembangunan pangan nasional.

☆J.L

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *