“Dibalik Cerca Berbuah Hasil” Minsel berhasil membukukan angka inflasi tahunan terendah.
SULUT – intermitranews.com // Gejolak harga bahan pokok yang meresahkan Masyarakat, terutama Masyarakat kecil yang membuat kebingungan dengan harga yang kurun stabil, sehingga mendapatkan cercahan dimana-mana, namun..! Pemerintah tetap berupaya bekerja keras lakukan kebijakan dengan tepat secara bersama-sama, sehingga hal yang luar biasa terdengar di Minahasa Selatan (Minsel), dimana kabupaten Minsel berhasil menekan angka inflasi tahunan terendah, dan menjadikan kabupaten Minsel peroleh angka “HEBAT” 0,24 persen per Agustus 2025.
Perlu diketahui dimana angka yang diperoleh jauh di bawah rata-rata inflasi tahunan Sulawesi Utara (Sulut) 0,94 persen, menjadikan kabupaten Minsel peroleh hasil kerja nyata yang hebat dan luar biasa dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal yang mumpuni.
Adapun data yang diperoleh dan sangat mengagetkan yang dirilis langsung secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara.
Menjadikan Minsel dalam pencapaian yang hebat, dimana menekan inflasi itu bukanlah datang dengan sendirinya melainkan usaha kerja sama “KERJA BERSAMA” yang dituturkan Bupati Minsel, Franky Donny Wongkar, SH. (FDW).
“capaian ini adalah kerja sama, kerja keras bersama yang merupakan sinergitas sinergi Pemkab – Minsel bersama FORKOPIMDA dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang ada secara bersama-sama untuk bekerja keras demi masyarakat” tutur wongkar.
Bupati Franky juga menyampaikan merasa bangga dan bersyukur dengan pencapaian yang telah digapai, Bupati Franky dengan jelas menuturkan dimana usaha dan program kerja nyata yang telah dilakukan secara bersama-sama begitu bermanfaat secara baik sehingga menjadikan kabupaten Minsel peroleh hasil yang luar biasa.
“Inflasi Di Kabupaten Minahasa Selatan mengalami penurunan angka yang berbobot dimana dari 2,62% pada bulan Juli turun dengan angka yang hebat sentuh 0,24% pada bulan Agustus sehingga peroleh hasil yang terendah di Provinsi Sulawesi Utara” jelas FDW.
Hulu ke hilir pasokan pangan menjadi fokus kabupaten Minsel sebagai langkah yang konkret yang diantaranya :
1. Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.
2. Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan.
3. Pemantauan dan Sidak Pasar.
4. Gerakan Marijo Batanam.
5. Program Bantuan.
Kabupaten Minsel mampu menjaga kestabilan harga menjulang di wilayah Sulut, sehingga mendorong inflasi terhadap kebutuhan bahan pokok yang sangat penting dan dibutuhkan.
Dengan hasil yang digapai kabupaten Minsel, ini membuktikan bahwa dengan dilakukan kebijakan yang diperhitungkan dengan baik dan tepat serta dilakukan dengan terarah kepada hal yang benar-benar dibutuhkan dan sunguh-sungguh, sehingga dapat menahan laju kenaikan harga yang dapat menggapai angka 0,24% di Sulut.
