MINSEL // IMnews Wujudkan kemandirian desa dengan menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan kualitas pangan yang stabil bagi masyarakat setempat. BUMDes hadir sebagai penggerak ekonomi yang mengelola potensi lokal agar desa terhindar dari krisis pangan dan perekonomian masyarakat berjalan baik.
Mewujudkan hal tersebut Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Sejahtera Desa Matani, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan (MINSEL), mendukung program ketahanan pangan tahun 2025 dengan beternak babi dan menjual hasil ternak kepada masyarakat setempat.
Setelah proses pemeliharaan berjalan, tiba waktunya bagi BUMDes untuk panen hasil ternak babi, dimana hasil ternak babi yang dipasarkan berharga Rp70 ribu per kilogramnnya. Harga tersebut dinilai terjangkau dan lebih murah dibandingkan harga pasar pada umumnya, sehingga mendapat respons positif dari warga Desa Matani.
Perlu diketahui, dalam program ketahanan pangan tahun 2025, BUMDes Maju Sejahtera mengembangkan usaha ternak babi sebanyak 30 ekor serta melakukan penanaman cabe keriting sebagai bagian dari upaya meningkatkan ekonomi desa dan menekan ketersediaan pangan lokal yang cukup dan stabil.
Direktur BUMDes Maju Sejahtera, Gledo Lamia, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata pengelolaan dana desa yang produktif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat desa matani.
“Kami Bumdes Maju Sejahtera berupaya agar hasil dari program ketahanan pangan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat. Penjualan daging babi dengan harga yang lebih terjangkau ini merupakan salah satu bentuk kontribusi kami untuk membantu warga” tutur Lamia.
Lebih lanjut Sekretaris BUMDes Maju Sejahtera Desa Matani Olvie Tulung, berharap dengan pengelolaan program dilakukan secara transparan dan melibatkan masyarakat desa ini, dapat membantu roda perekonomian.
“Kami beraharap apa yang kami pengurus BUMDes lalukan setiap tahapan, mulai dari pengembangan ternak hingga penjualan hasil, dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan serta hal ini dapat menunjang perekonomian desa dengan ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang terjangkau” harap Sekretaris Bumdes Olvi.
Sementara itu pjt. Hukum Tua Hanny Liwe menjelaskan bahwa program Bumdes ini tidak hanya membantu kebutuhan pangan warga, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan BUMDes yang baik dan berkelanjutan.
“Pemerintah hadir bersama-sama dengan masyarakat untuk terus melihat dan mamantau kegiatan BUMDes, dan terus berupaya mendorong agar BUMDes dapat meningkatkan kapasitas usaha serta memperluas sektor produktif lainnya demi menunjang program pemerintah pusat dan daerah, tentang swasembada pangan” jelas Liwe.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan BUMDes Maju Sejahtera dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi desa serta memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal yang lebih maju, sejahtera dan berkelanjutan.
