MINSEL – intermitranews.com // Tak kunjung ketahap selanjutnya dan dipandang terlalu berlarut-larut, diduga terjadi upaya penghentian kasus dalam proses hukum Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), yang ditangani Unit PPA Polres Minahasa Selatan (Minsel), keluarga menuntut profesilisme penyidik.
Hal ini sangatlah menjadi beban moral. Pasalnya, kasus yang sudah bergulir lama di Polres Minsel, hingga saat ini tak kunjung tuntas penangannya yang menjadi pukulan bagi keluarga korban.
Perlu diketahui bahwa Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur, yang dialami oleh seorang gadis berumur 17 tahun pada saat itu, diduga dilakukan oleh tsk berinisial PM alias Paskal, warga Ranoyapo Kecamatan Amurang.
Pelaku sempat buron selama 10 bulan, dan kemudian ditangkap Tim Resmob Minsel di Kota Manado. Hingga saat penangkapan sampai hari ini belum ada kejelasan penanganan kasus.
Padahal kasus telah masuk tahap I, namun terkendala di tahap P19. Terkesan rumit untuk naik ke tahap II. Padahal menurut pengakuan Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Gede Indra Asti A.P., S.Tr.K., S.I.K., M.H, berkas rampung dan siap dilimpahkan. Begitupun dari pihak Kejaksaan Negeri Minsel, melalui Kasi Intel Sonny Arvian Hadi Purnomo, SH, MH, mengatakan kasus bisa sampai ke Pengadilan.
Namun sangatlah riskan, dimana pada 8 Mei ada pemberitahuan bahwa akan dilakukan gelar perkara kembali dan akan mengambil keterangan tambahan terhadap korban.
Kendati kasus ini sangatlah menjadi perhatian publik, dimana kasus ini adalah merupakan salah satu kasus yang mempunyai pasal ‘lex spesialis’, yang mesti ditangani secara cepat dan tepat. Apalagi sudah ada penetapan tersangka.
Dengan hal-hal tersebut banyak pihak menduga ada upaya untuk memperlambat kasus ini, sehingga berpeluang untuk SP3 atau penghentian penanganan kasus.
Hal tersebut sangatlah membuat keluarga korban terpukul dan kecewa. Pihak korban tegaskan tetap akan melakukan upaya hukum apapun, hingga penegakan keadilan terhadap kasus ini tetap tercapai sebagai masyarakat yang menghormati proses Hukum yang akuntabel.
“Kami masih menunggu hasil dari penanganan kasus ini, apakah akan dilanjutkan ke tahap II dan pengadilan atau seperti apa. Yang jelas kami akan upayakan sebisa kami bahkan bila sampai praperadilan akan kami tempuh. Karena menurut kami semua bukti dan pengakuan sudah ada, dan sudah ada unsur perbuatan, maka seharusnya kasus ini sudah selesai sampai ke pengadilan,” ujar Perwakilan Pihak Korban, Selasa, (12/05/2026), kemarin, saat memenuhi undangan pengambilan keterangan tambahan, di Polres Minsel.
Sementara itu Unit PPA Polres Minsel melalui Kanit Aipda Rico Sondakh, saat dimintai keterangan oleh wartawan di Mapolres Minsel tidak bersedia memberikan pernyataan.
“Tanya langsung saja ke pak Kasat,” ucapnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Gede Indra Asti, saat ingin ditemui wartawan, tidak berada di tempat.
