
JATINANGOR — Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, SSi, MAP, menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Muda sekaligus dianugerahi status Alumni Kehormatan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pemberdayaan alumni pendidikan tinggi kepamongprajaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa serta dukungannya terhadap pengembangan IPDN.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si, dalam sebuah upacara resmi yang digelar di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Kamis (5/3/2026).

Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat di hadapan ribuan peserta upacara yang terdiri dari para Praja IPDN dari seluruh Indonesia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan IPDN, antara lain para Wakil Rektor, Kepala Biro, serta para Direktur di lingkungan IPDN. Hadir pula Direktur IPDN Kampus Sulawesi Utara Dr. Drs. Arnold Poli, SH, MAP.

Dalam kesempatan itu, Bupati Minahasa didampingi Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS, Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Martina Dondokambey-Lengkong, Ketua DPRD Minahasa Drs. Robby Longkutoy, para anggota DPRD, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Rektor IPDN Halilul Khairi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas komitmen Bupati Minahasa dalam mendorong pemberdayaan alumni IPDN di lingkungan pemerintahan daerah.
Ia berharap sinergi kelembagaan antara IPDN dan Pemerintah Kabupaten Minahasa dapat terus diperkuat, khususnya dalam pengembangan kapasitas aparatur pemerintahan berbasis kepamongprajaan.
“Kerja sama yang erat antara IPDN dan pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan para alumni dapat mengimplementasikan nilai-nilai kepamongprajaan secara nyata dalam tata kelola pemerintahan di daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Minahasa Robby Dondokambey dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh IPDN.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Institut Pemerintahan Dalam Negeri atas penghargaan yang diberikan,” ujar Dondokambey.
Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan amanah moral yang sarat makna serta pengingat akan tanggung jawab besar dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Menurutnya, Kartika Pamong Praja Muda merupakan simbol pengabdian, keteguhan, dan semangat kepamongprajaan yang senantiasa menyala demi kepentingan masyarakat.

Di dalamnya terkandung nilai-nilai fundamental aparatur pemerintahan seperti disiplin, loyalitas kepada negara, keberpihakan kepada rakyat, serta komitmen terhadap etika birokrasi.
“Ketika penghargaan ini disematkan, yang diharapkan bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga konsistensi dalam mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam setiap kebijakan dan keputusan,” tambahnya.
Dondokambey juga memaknai penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam memberdayakan alumni pendidikan tinggi kepamongprajaan, khususnya alumni IPDN, di lingkungan pemerintah daerah.
Ia menilai kehadiran para alumni IPDN di berbagai lini strategis Pemerintah Kabupaten Minahasa telah memberikan kontribusi nyata dalam dinamika birokrasi daerah, mulai dari mendorong reformasi tata kelola pemerintahan, penguatan sistem administrasi, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Peran para alumni IPDN dinilai sangat strategis sebagai administrator, inovator, sekaligus problem solver dalam menjalankan roda pemerintahan daerah.
“Dengan bekal integritas dan kompetensi yang dimiliki, kami berharap roda pemerintahan dapat berjalan semakin efektif, transparan, dan akuntabel untuk mendukung visi pembangunan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap penghargaan tersebut semakin mempererat hubungan emosional dan institusional antara Pemerintah Kabupaten Minahasa dan IPDN, sekaligus mendorong semakin banyak putra-putri terbaik Minahasa untuk menempuh pendidikan di IPDN dan mengabdikan diri bagi bangsa serta daerah.
“Semoga IPDN terus berkembang menjadi institusi pendidikan kepamongprajaan yang unggul, melahirkan pamong praja yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga arif secara moral dan bijaksana dalam pengabdian,” tutupnya.
☆J.L
