Aksi Pelemparan Batu di Desa Sinuian Menimpa Kendaraan Roda Empat

InterMitraNews.com

Bacaan Lainnya

MINAHASA – Aksi pelemparan batu yang menimpa sebuah kendaraan roda empat terjadi di Desa Sinuian, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa. Insiden ini melibatkan sebuah mobil jenis Calya dengan nomor polisi DB 1758 BP yang diduga dilempar batu oleh anak di bawah umur pada Rabu, 29 Mei 2024 sekitar pukul 21.45 WITA.

Ibu Jeane Olve Mandagi (45), pengendara yang berdomisili di Desa Amongena Dua, Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, sedang dalam perjalanan pulang dari Tondano menuju Langowan ketika insiden terjadi. Saat melintasi Desa Sinuian, terdengar suara benturan keras dari sisi kanan mobilnya. Setelah berhenti dan memeriksa, Ibu Jeane mendapati kaca samping kanan mobilnya retak akibat lemparan batu oleh orang yang tidak dikenal.

Korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Remboken pada Kamis, 30 Mei 2024. Sekitar pukul 15.00 WITA, pihak kepolisian dari Polsek Remboken, yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Haris Sukisman, bersama Wakapolsek, Kanit Intelkam, Kanit Reskrim, serta anggota piket SPKT, mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setibanya di lokasi, polisi langsung berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mencari pelaku pelemparan. Tidak berselang lama, tiga pelaku berhasil ditangkap dan dibawa ke Polsek Remboken. Ketiga pelaku yang masih di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar, yaitu DS, KR, dan TR, merupakan warga Desa Sinuian.

Saat ini, ketiga terduga pelaku berada di Mapolsek Remboken untuk dimintai keterangan. Pihak Polsek Remboken juga berkoordinasi dengan pemerintah setempat agar dapat menghubungi orang tua dari ketiga terduga pelaku untuk mendampingi mereka dalam proses pemeriksaan, mengingat mereka masih di bawah umur. Pihak keluarga terduga pelaku juga diminta untuk menghubungi pemilik kendaraan yang telah melaporkan kejadian tersebut.

Kapolsek Remboken, Iptu Haris Sukisman, bersama Wakapolsek, Kanit Intelkam, dan Kanit Reskrim, serta Pemerintah Desa Sinuian, memberikan himbauan kepada masyarakat agar lebih mengawasi anak-anak mereka guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

*/Vincent Lengkong

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *